Diet, ini mungkin sebuah kata yang tak asing lagi bagi kita, khususnya bagi orang yang memiliki berat badan berlebih. Untung saya tidak gemuk, tapi bagi yang punya masalah dengan BB, jangan berkecil hati. Kata orang, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.”
Dengan diet yang benar, berat badan jadi seimbang, tubuh pun lebih sehat. Anda yang ingin menjaga berat badannya, jangan sembarangan percaya dengan mitos-mitos yang berkembagn seputar diet.
Berikut mitos-mitos diet yang perlu Anda perhatikan.
1. Tidak makan malam
Menghindari makan malam untuk menurunkan berat badan, adalah mitos yang kurang tepat. Berat badan dipengaruhi oleh kalori total yang diasup dikurangi kalori yang dikeluarkan dalam sehari (berat badan = kalori total yang diasup - kalori yang dikeluarkan).
Jika makan malam dihilangkan, kemudian menggantinya dengan makanan kecil untuk menahan lapar, dan makanan kecil yang dimakan untuk mengganti makan malam tadi mengandung kalori tinggi, maka berat badan tetap tidak akan turun. Menghilangkan makan malam juga akan berakibat munculnya keluhan tubuh tidak nyaman, lapar, atau bahkan gangguan lambung (sakit mag). Jika makan malam diganti dengan mengudap buah, dengan catatan pada malam hari tidak melakukan aktivitas apa-apa.
Prinsipnya, makan adalah menyuplai tubuh untuk metabolisme tubuh, mengganti sel yang rusak, aktivitas fisik, dan lainnya. "Kalau tidak ada suplai, ya tidak akan bisa beraktivitas karena kelaparan, yang akan dikompensasi tubuh dengan membentuk gula dari cadangan tubuh sendiri. Dampaknya, metabolisme terganggu, dan akan timbul keluhan tidak enak badan, bahkan bisa timbul sakit mag."
2. Tidak sarapan pagi bagus untuk diet
Salah. Tanpa sarapan, gula darah akan bisa turun. Kadar gula yang rendah akibatnya konsentrasi terganggu, lemas, mudah marah dan sebagainya. Sehingga bagi orang yang bekerja jadi tidak efektif. Biasanya, dengan tidak sarapan rasa lapar diatasi dengan makanan kecil, yang seringkali karena bentuknya kering dan ringan, ternyata kalorinya banyak.
Akibatnya, tujuan malah tidak
tercapai juga, BB bisa-bisa naik. Kecenderungan lain adalah, karena pagi tidak sarapan, sehingga siang hari kelaparan dan makan jadi banyak. Jadinya tidak efektif juga. Metabolisme tubuh yang normal tidak bisa menerima pola makan yang tidak teratur.
3. Minum air putih dan air es akan membuat tubuh melar
Ini juga mitos yang salah kaprah. Air putih tidak mengandung kalori, jadi tidak akan menyebabkan gemuk. Air es memang akan membuat penyerapan makanan jadi lebih baik, tetapi air putih sendiri tidak memberikan sumbangan kalori.
Sehingga seberapa banyak minum air putih tidak akan meningkatkan timbunan lemak. Pada tubuh yang normal, konsumsi air yang sangat banyak akan dikeluarkan oleh tubuh melalui kencing, sehingga kandungan air di tubuh tetap dalam batas normal.
4. Air jeruk nipis cespleng menurunkan berat badan
Mitos yang juga tak benar. Malah, yang terjadi, biasanya kita meminum es jeruk dengan ditambah gula banyak-banyak supaya manis, karena jeruknya sangat asam. Akibatnya, lemak makin menumpuk. Boro-boro berat badan turun, yang terjadi malah bisa sebaliknya.
Nah, semoga artikel saya kali ini bermanfaat buat kita semua, amin… n_n
23.11
| Author:
Sehat Alami
JAKARTA, KOMPAS.com — Penelitian para ahli menunjukkan, pisang memiliki zat yang berpotensi menjadi penghambat infeksi virus HIV. Hasil penemuan ini diharapkan membuka jendela baru pada terapi pencegahan infeksi HIV yang hingga kini belum ditemukan obatnya.
Para peneliti dari University of Michigan Medical School tertarik pada lektin, zat kimia yang secara alami ada di tanaman, karena kemampuannya menghentikan rantai reaksi berbagai jenis infeksi. Hasil uji laboratorium menunjukkan, BanLec, lektin yang terdapat pada pisang, sama efektifnya dengan obat anti-HIV saat ini. Cara baru untuk menghentikan penyebaran HIV mutlak diperlukan.
Saat ini angka infeksi baru HIV melebihi jumlah individu yang mendapatkan obat antiretroviral, yakni 2,5 banding 1. Padahal, belum ada tanda-tanda vaksin HIV akan hadir dalam waktu dekat.
Saat ini penggunaan kondom masih jadi pencegah penularan HIV yang paling efektif apabila digunakan secara konsisten dan benar. Cara pencegahan lain yang juga efektif adalah mencegah penularan lewat vagina dan dubur menggunakan obat yang mampu mencegah HIV masuk ke sel target.
Riset yang dilakukan peneliti dari Michigan University menunjukkan cara kerja lektin yang bisa mengenali penyerang dari luar tubuh, seperti virus, dan menyerangnya sebagai patogen, bisa dikembangkan untuk mengenali virus HIV.
Selain memiliki potensi yang sama dengan obat anti-HIV yang ada saat ini, lektin pada pisang juga lebih murah untuk diproduksi sebagai obat yang bisa dijangkau masyarakat luas. Lektin dari pisang ini diyakini lebih efektif apabila dipakai dalam komponen obat pencegah virus yang dioles di alat kelamin atau dubur. "Masalah yang dihadapi oleh obat anti-HIV adalah kemampuan virus untuk bermutasi dan menjadi kebal. Namun, hal tersebut bisa dicegah oleh lektin. Lektin bisa menempel pada gula yang ditemukan pada berbagai titik sampul HIV-1 dan diperkirakan butuh mutasi yang berlipat bagi virus untuk mendapatkannya," ungkap Erwin J Goldstein, PhD, profesor kimia biologi.
Gambar bayi di samping lucu kan? Jadi teringat teman saya si Misqa yang sangat suka dengan bayi, hehee. Kok malah membahas teman saya? Oke kembali pada topik kita kali ini.
Memiliki bayi yang sehat tentu merupakan dambaan setiap orang tua, salah satunya yaitu kesehatan gigi sang buah hati. Penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orang tua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka.
Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari.
Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.
Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0-6 bulan:
1. Bersihkan gusi bayi Anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
2. Jangan biarkan bayi Anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
1. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi Anda dengan kain lembab (tidak basah sekali), sehabis menyusui.
2. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
3. Berikan air putih bila bayi Anda ingin minum diluar jadwal minum susu
4. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab.
5. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari, sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari.
5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudahrusak.
7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.